Sabtu, 25 Desember 2010

Tebing

Jemariku membeku di atas keyboard, tidak benar-benar tau harus mengetik apa. Pertengkaran lagi, hari ini. Masalah yang sama. Aku tau kenapa dia begitu emosi. Padahal hari ini udah kita tunggu-tunggu sejak tiga minggu yang lalu. Dan semua begitu sempurna di awal. Aku tau aku yang mengacau. Yang tidak aku sangka adalah reaksinya. Aku jarang menyaksikan secara live dia yang begitu emosi. Aku takut.

Apa semuanya akan lebih mudah jika kita tau benar siapa jodoh kita? Mungkin aku dan bimo bisa lebih yakin pada apa yang kita jalani. Mungkin niken bisa memutuskan sikapnya dengan lebih pasti. Mungkin ferdi tidak harus terus berkutat dengan pertanyaan yang sama. Dan mungkin fara juga bisa menitipkan hatinya pada seseorang yang lebih pasti.

Terkadang aku penasaran juga bagaimana rasanya punya hubungan yang normal, tanpa ada kekhawatiran keluarga yang kontra, atau pasangan yang mungkin tiba-tiba akan berpaling meninggalkanmu. Membayangkan hubungan yang normal, dimana dua orang normal yang jelas-jelas tanpa keraguan saling mencintai dan sudah direstui oleh kedua pihak keluarga yang juga sudah menjalin hubungan yang baik, kemudian mereka menikah tanpa hambatan dengan visi yang sama tanpa perlu memaksakan untuk sama, tentu saja sesekali mereka mungkin bertengkar tentang hal-hal kecil seperti bingung antara nonton harry potter atau narnia. Mungkin...pada akhirnya aku akan bertengkar karena kebosanan, tapi sekarang aku benar-benar ingin merasakan berada dalam posisi itu. Tanpa harus dibayang-bayangi perpisahan.

Perasaan menyukai seseorang benar-benar rumit. Bagaimana cara mengetahui perasaan kita terhadap seseorang, jika cinta hanya lah kata yang mempunyai berjuta interpretasi dan parameter yang berbeda? Harus kah kita bertahan atau menyerah untuk mengetahui jawabannya? Masing-masing punya resiko yang sama besar, kehilangan.

Rasanya seperti akan meloncat dari ujung tebing, entah mati atau kembali normal, toh pada akhirnya kita akan dapat melaluinya, hanya saja rasanya ketakutan menghadapi rasa sakit itu sangat lah besar, mungkin lebih besar dari rasa sakit itu sendiri. Berkali-kali kuhadapi tebing ini, tapi hatiku terlalu pengecut untuk melompat, mengambil resiko terbentur bebatuan terjal yang menanti untuk menyakiti di bawah untuk mendapatkan udara yang lebih segar.

Selama ini, aku terus berpikir asal perasaan kita kuat, halangan dan perbedaan hanya masalah waktu. Bukankah semua orang pada dasarnya memang berbeda? Tapi bagaimana jika perpisahan hanya masalah waktu dan kita terus menunda dan menunda dengan mengatakan bahwa perasaan kita cukup kuat untuk menghadapi ini semua?

Aku sayang bimo. Super sayang. Tapi aku bahkan tidak seberani itu untuk melabeli perasaan ini cinta. Aku tidak pernah benar-benar mengetahui parameternya. Mungkin bimo juga ngerasain hal yang sama. Dia nyaris tidak pernah bilang kata cinta itu. Walaupun mungkin juga ini semua hanya masalah kebiasaan dan sebenarnya aku tidak terlalu mempermasalahkan itu.

Aku selalu bilang ke ferdi kalo kisah cinta yang penuh perjuangan itu hasilnya juga akan lebih sweet daripada yang ketemu langsung cocok dan nikah. Tapi ternyata waktu aku mengalaminya sendiri juga susah dan penuh dengan dilema.

Aku buka lagi album foto kita dari waktu awal pacaran sampai terakhir waktu anniversary awal Desember kemarin. Dan kembali aku merasakan sakit. Perasaan ini masih begitu kuat. Aku terus berpikir dia lagi apa sekarang? Apa dia juga memikirkan aku sebanyak aku memikirkannya saat ini? Apa dia mempertimbangkan untuk berpisah? Aku nyaris tidak berani menerka apa yang ada di pikirannya saat ini, tentang aku dan dia, karena akan terasa menyakitkan menghadapi kenyataan dia mungkin juga sedang mempertimbangkan kelanjutan hubungan ini.




Aku mungkin tidak akan pernah berani meloncat dari tebing itu sendiri. Tidak, kecuali dia yang mendorongku jatuh. Dengan begitu aku tidak akan punya alasan untuk memanjat tebing yang sama untuk jatuh lagi, kesekian kalinya. Namun bila dia memutuskan untuk menahanku agar tidak terjatuh dan menghancurkan hati kita berdua, mungkin memang dia lah orangnya, udara yang memiliki komposisi tepat untuk jantung hatiku.

Senin, 13 Desember 2010

The Ambition

All this time, I just glanced at the text while reading english. I never really read it. That is why my english is so awful, though i've read so much (well, not that much, i know). My ambition is to get toefl score up to 600, but i have to study harder if i want to achieve it, because i realize that now my english is nothing. Nothing than my brother's, fara's, ferdi's, indira's, bayu's, johan's, or anyone else's. So much level i have to pass through. I can't just wait for my current level at EF. I've done reading this grammar book (i mean the tenses chapter :P), but then i beggan to realize that some sentence aren't based on this grammar book. I know what it's mean, but i don't know what grammar it used. Gosh, i am so faraway from TOFL 600! (T.T)

I really want to study aboard. Actually I want to take S2 in Australia or anywhere else as long as it is abroad, hehehe (but not in ASIA pleaseeee). I want to get the scholarship so that my parent can save their money for their retirement. Well, if I failed to get the scholarship, at least I have to take the MM UGM with bimo. But hey look at me now! I'm at elementary level 2, and my TOFL probably not higher than 400, and my IP is faaaaaaaar from good to get the scholarship! Damn! All of this studying abroad stuff is becaus Reddy! I start to dream something about studying abroad because I have a hope! That someone like him whom never really thought about his school at SI ITS can have a plan to study abroad! So why would i?

But one thing i forget is the fact that Reddy has a sister who lived in Holland. So she must be help Reddy to get more information or a place to live there or the "i don't know and i can't even think about it" things that she knows. And his parrent are quite rich. Well, my parent are getting old and don't have a steady income so I won't hang on them for this case. Plus they know nothing about studying abroad stuff. I ever convince them once to have some business like restaurant or something so that in their retirement day when maybe me and my brother haven't got any job yet, they won't be bankrupt. Or maybe if i don't get the scholarship but i can pass the test of one of Australian university which is almost impossible, they can help me pay the bill like they always did.

Why Australia?
  • It is nearer than Europe or Ameria but as prestigious as them
  • It has much more hallal food than Europe or America
  • The living expenses is relative lower than Europe or America
  • It has 4 seasons

If I were success and I can live abroad, ...
Well maybe I couldn't live abroad because my brother doesn't seems to want to live here at Kediri and I can't leave my parent there without their children around. My ambition is just to feel living abroad for once in my live, to study, to make my parent proud of me, and then i just can back home and live peacefully here, at least I've proofed them that i can go abroad with my owns. AMIN! God knows what best for me

Minggu, 12 Desember 2010

Per-Mantan-An

"Basic you, asshole!"
(dasar kau lubang pantat)

That was the bbm status of one of my EF friends. I really have no idea whether she was joking or not. Because of the grammar correction which has given by ferdi on my last english post, I start to doubt myself, maybe he was right, maybe i am in the right class, maybe i am to proud of myself, but now I'm really sure that I join the wrong class. (-____-) But I've already paid for this level and I will not waste my parent's money, so I am going to study english by myself by reading grammar book or watching movies with english subtitle. And then I can practice what I have learned at EF and my blog. Because I realize that my friends who can speak english fluently, they don't even take any courses! Yeah, they watch from movies, read from the internet, and so on. It's all about practicing! So I won't easily give up! I have to learn english no matter how long it takes for me to learn, one day I can speak, wrote, and read english like a real BULE!!!
*hosh hosh hosh being excited is tiring* ------kereen kaaaaaaaaan

And today main topic is.................................Bimo's ex-girlfriend. Yeah, this topic is really sensitive and I don't want to spell her name so I'll named her EG here (
from Ex-Girlfriend) (The name even have a philosophy. EG from EG(g) which is mean that it has some potential, yeah, potential to be a lover again, with bimo! LOL). Hopefully she doesn't read this. (-_-)

Bimo had told me before that he was dating with her since 2nd grade of JHS and breaking up before they were in 3st grade, so practically they were together about 6 months less. But yesterday, I asked him the same question and he told me that he had been dating her for around 2 years. He said that he started to date when they were in 1st grade of JHS and had broken up in the middle of 3th grade. Ok now who's lying, my mind or bimo's? =|

EG is the number one on my jealous list. It's because she is the first girlfriend of bimo. (I really want to use "was" but no matter how much gf he might have, she will always be his first gf)
I know much or less their story. Bimo broke up with her because she chose to believe on what her friend said (about bimo was cheating with one of her friend), so she ignored him some weeks, though bimo had been trying to apologize and explain the real situation. Some weeks later, he broke her up. But this story is based on bimo, I don't really know what was really happen that moment. (and I really think that bimo didn't tell me the complete story, hehehe)

Bimo still loved (LAMPAU ya LAMPAUUU) her a year after they broke up. On 1st grade on SHS, he even tried to get her back. He consulted (curhat curhaaat! translate.google lo goblog sumpah, masak aku ngetik curhat dia translatenya "vent", aku udah curiga ini pasti terjemahan ngawur, bener aja takketik vent translate ke indonesia hasilnya "lubang angin"! Edyaaan, curhat mas curhaaat bukan pantaaaat) with some of girl in our class (bimo and i were classmate on 1st grade of shs) and that made him getting closer with them, and some were having crush on him. That's why they called him playboy on 1st grade. Bimo was going to propose EG to go steady after the final exam of 1st grade. They were getting closer that time. But EG dated the boy from SMA5 whom proposed her before bimo. So bimo gave up on her. (makin ke sini inggrisnya makin indonesia)

When i was dating bimo for about two months, EG gave bimo letter and chocolates on valentine's day. I never read the letter, because bimo had threw (or burn) it. (he was so tricky =|) That time I asked him, whether he choose EG or me. Well, I'd prepared to be divorced (gak ngerti inggrisnya putus apaan) by him, we'd just been together for 2 months anyway. But thanks God he chose to be with me, hehehe. Still...

When bimo attended his jhs reunion, he met her. And she asked him to take picture berdua2 (nempel2an), but until now i never seen the picture itself because it was in her cellphone. (makin ke sini makin susah nerjemahinnya soalnya udah makin panas, hahahha)

Udah ah capek translatenya -___________________-

Intinya sekarang mereka udah hampir gak pernah hubungan sih. Tapi berhubung dia cewek pertama dan ternyata mereka sampek 2 tahun, jadi dia pantes dinobatkan menjadi number one of my jealous list! :p

Mungkin pacarnya si eksku yang sekarang juga gitu kali yah. Keliatan banget dia sebel banget sama aku. Padahal kan dia yang dulu jadi selingkuhan, dia yang ngerebut, kenapa dia yang kesel. -____-

Jadi si mantannya mantanku itu tuh waktu terakhir reunian, dia keliatan banget sengaja gak nyalamin aku, padahal kanan kiriku disalamin, plus dia yang junior. Terus pas dia bikin facebook pertama kali, temennya masih 5 anak aku yang di-add duluan. Mana facebooknya penuh foto-foto mereka berdua lagi! Apa coba maksudnya? Untung aku udah gak ada feeling sama pacar dia -_____- (jangan-jangan si EG juga mikirnya gini ya? hahhaha)

Mantanku, sebut saja O, yang juga mantannya weny, adalah seorang yang amat playboy. Setelah bertahun-tahun putus dan gak ada feeling lagi, aku dan weny kadang jadi suka becanda-becandaan tentang dia. Ternyata si weny dulu diputusin tanpa sebab yang jelas. Jadi tiba-tiba O ngajak putus alasannya mau ujian. (-_-") Terus weny juga cerita kalo si O pernah nembak Atia pas mereka masih jadian. Hubungan O dan weny cuma bertahan 1 bulan, dan weny kaget banget waktu tau aku bisa bertahan lumayan lama sama si O, (me too wen). Aku dulu culun banget. Aku jelas-jelas diselingkuhin sama si O tapi gak nyadar-nyadar. Dulu aku dan O putus nyambung TIAP HARI! Super SMP banget kan (-_-). Aku juga nyadar sih aku dulu super nyebelin jadi pacar, mungkin kalo si bimo ngerasain jadi pacarku pas SMP dia juga ga betah kali. Aku dulu ngebiarin si O nunggu setengah jam lebih di parkiran sementara aku takenak-enakin ngobrol sama anak-anak. Aku dulu bilang gak pengen dianter pulang padahal sebenernya pengen jadi dia harus maksa-maksa buat nganter pulang aku tiap pulang sekolah. Aku dulu sempet ngotot gak mau dianter pulang naek sepedah motor (padahal sebenernya aku mau, tapi gak tau otakku gimana sih mikirnya aku juga bingung) akhirnya dia rela nemenin jalan kaki dari SMP ke rumahku dan pulangnya dia jalan kaki sendirian ke SMP lagi, dan itu lumayan sering kejadian. Aku dulu...

Kenapa jadi nostalgia gini ya? Hahahha... Bisa didamprat si bimo nih kalo diterusin. Intinya si O itu orangnya sweet tapi playboy bangeeet, mungkin salahku juga sih dulu nyebelin banget suka seenaknya kalo sama dia. Terakhir aku mutusin dia tapi kenapa aku juga lupa, tapi dia gak mau, dan itu terakhir kalinya dia nganterin aku jalan kaki pulang sekolah. Besok sorenya dia putusin aku lewat telpon. Aku cuma bilang iya-iya aja, aku bahkan enggak nanya alasan dia putusin aku kenapa. Tapi besoknya aku pulang sekolah bareng mobilnya fara dan liat si O lagi goncengin pacarnya yang sekarang. Selingkuh atau enggak yang jelas dia selingkuh! Hahahaa .Dan dengan tau kalo dia selingkuh aku jadi lebih mudah ngelupain dia. (It takes a year)

Rabu, 08 Desember 2010

Suddenly i feel super lonely . . .

Welcome Party-nya Faraaaaa :D

Berhubung post inggrisku yang terakhir penuh dengan kontroversi dan caci-maki jadi aku memutuskan buat balik ke bahasa Indonesia aja. Biar lah aku ikhlas enggak jadi kawin sama bule. T.T (buat bimo: kidding broder! you're still my number....wait wait wait...1...2...3...4...aah whatever!)**

** ini maksudnya ngelucu pake bahasa inggris, ngoret-ngoreti gitu, tapi sumpah jayus =|

Susah emang kalo gak bakat.... -____________-


Oiya karena sekarang ada new detected reader (hadeeeeh bisa berenti keminggris gak sih? udah tau gagal juga -_-") yaitu FARAAAAAAAAAAAAAAAAA! Jadi post kali ini spesial buat nyambut fara! (atau enggak...gak tau juga sih tergantung moodnya entar)

Ini gini deh, karena semakin banyak pembacanya, lebih tepatnya bertambah satu yaitu si Fara, makanya aku jadi rada GR dan bahasaku jadi makin ababil gini, sok-sok digaul-gaulin, padahal aku udah berusaha biasa aja lo, tapi susah emang nahan excited*

*aku udah berusaha pake bahasa Indonesia doang guys*** tapi kok maksa banget kalo excitednya diganti gembira, jadi makin elementary**** aja

***ini juga
****tambah ini

note: kalian sadar gak, kalo tanda * jumlahnya gak urut? Gak tau lah ya, yang penting kalian ngerti, orang yang baca juga cuma 5 orang termasuk aku... Kalo masih gak ngerti juga sms!



S 3 L 4 M a T d A 7 a N 9 F a R 4 !!! h A P p Y r 3 4 D i n G***** ^0^


*****tulisan selamat datangnya emang sengaja dialayin biar berkesan gahol getoh, masak TNR11 mulu

BIODATA
Nama Lengkap: Faranian H. N.
(gak bisa cantumin nama lengkap takut kedetect****** google)

******speechless*********
*********-_______________________-


TTL: Kediri? 5 Maret 1990
Bintang: pisces
Random Facts:
  • Fara sahabatku yang pertama, mulai dari kelas 4SD, waktu itu kita duduk sebangku jadi makin akrab, seakrab baim, seakrab XL
  • Fara yang paling dewasa, keibuan, BISA masak di antara aku dan niken
  • Fara selalu terjebak sama hubungan percintaan yang di luar kendali. (Karena belom dapet ijin mengekspose aku gak bisa cerita lebih detil)
  • Sama kayak niken, gak suka warna pink
  • Gak suka pake rok
  • Sejak kuliah di Jogja jadi lebih langsing, modis, daaaaaaaaaan........ LAKU! hahhahaa
  • Pernah keterima di Geo UGM dua kali
  • Pertama kali pacaran jaman kelas 6SD
  • Bisa nyetir
  • Punya dua adik, adiknya yang cowok, Aji, sohibnya adik cowokku juga
  • Gak seberapa suka coklat (iya gak sih cur?)
  • Fara pinter main piano, tapi masih kalah sama adiknya, Rida. (._.)v *peace*
  • Crush pertamanya Fara sama anak namanya Rio Mandala Putra, hahahhaa

Bersama Fara:
Waktu SD aku anaknya sulit bergaul. Aku inget banget pengen bisa berteman sama Nora, Astri, dkk, tapi gak bisa. Mereka sering ninggal aku main sendiri. Aku sendiri gak tau kenapa aku dulu SD gitu. Aku cuma gak tau gimana cara berteman aja. Sampai aku duduk sebangku sama Fara. Aku jadi makin deket sama Fara. Kemana-mana berdua. Dia cukup tabah ngadepin aku, sementara anak-anak lain lebih memilih buat ninggalin aku. Akhirnya kita jadi tambah akrab. Ditambah lagi adik kita juga sohiban, Bimo dan Aji.
Fara dan aku selalu sekelas dari SD sampai SMA kelas 1. SMA kelas 2 kita mesti pisah gara-gara dia milih kesenian musik, sementara aku dan Niken ikut seni karawitan. Walaupun sempet kepisah kelas tapi kita bertiga tetep deket. Fara sering main ke kelasku dan Niken, kadang juga kita yang main ke kelasnya. Kita masih sering les bareng. Biasanya sebelum les kita bertiga suka hunting********** makanan, puter-puter naik sepedah motor, makan snack di pinggir sungai Berantas. Pulang sekolah atau pas istirahat kita suka curhat-curhat bareng, tapi kadang niken jadi sibuk sama Reddy dan aku sendiri ada Bimo, sesaat mungkin tanpa sadar kita berdua udah ninggalin Fara sendirian. (kenapa jadi tambah mellow gini alurnya)
Lulus SMA, kita bertiga pisah. Aku di Surabaya, Fara di Jogja, dan Niken di Malang. Aku sering berandai-andai pasti enak banget kalo kita bisa satu kota, satu kost. Jalan-jalan bareng menyusuri sudut-sudut kota, curhat dan nggosip bareng sampai pagi. (jadi rada mbrebes, hehehee) Sekarang ini, berhubung dipisahin sama jarak yang berjauhan dan kesibukan masing-masing, kita jadi rada jauh. I miss you, guys :'(


**********artiin sendiri =|





Aku berharap semoga nantinya aku, Fara, Niken bisa menetap di kota yang sama dan jarak rumahnya deketan dan gak pake kesenjangan sosial. Jadi kita bisa deketan lagi kayak dulu :D

Sabtu, 27 November 2010

Recurrence (kumat based on translate.google.com)

I finally took an english course at EF. Unfortunately, I think I got wrong level, the lower one. Well, I really think that I'm too good too be in elementary class. I'm not boasting, but elementary is just too... Anyway, this is because the bule whom testing me on my replacement test day. That day I came to EF after class. I prepared nothing cause I'm not intending to have a replacement test. I'm just there to ask for information of available class. And when the receptionist (or admin? I don't know what are they exactly) ask me to do the replacement test, I do it, nothing to lose anyway, I thought. (ngerti maksudnya kagak?)

So I do the writing test. It's easy. I think I'd answer all of the question correctly. Even the bule said that my english is pretty good based on the result of the writing test. But when it comes to speaking test, I totally messed up! Having face to face with bule, suddenly I became nervous. I don't know what to say. My grammar was so awful. I feel like a villager (you know what it's mean) whom nervous to meet foreigners.

Well anyway, here I am at 2nd elementary class of EF. I can't imagine what if my brother know about this. Such a humiliation. I've been studying there for about a month, 8 meetings, and all they teach me is about the "S+to be+going to+v1+noun+adverb". Can you imagine that? I'm getting old day by day and all they taught me is just about the future tense! The class is like a real elementary! They had some games in every meeting instead of a serious course It is ok if I were on senior high school, but now I need something more serious, something to improve my english quickly, something that can help me read the english text book which is always makes me yawn for reading its tittle, and the most important thing is something that can help me improve my toefl, and EF didn't give those things. The worst part is that I've payed for a level, so I had to keep going there every Tuesday and Thursday night for three months ahead.

Note: my classmates don't even know what harvest, cemetery, slave, and other almost-common words. Don't they ever play harvestmoon or the sims?
Note in note: all of them speak english with Indonesian accent in class. Event the teacher whom not a bule sometimes speaks english in Indonesian way. Daah, I need someone to guide me and give me example how to speak in real english accent, not the one whom speaks the same accent with me. -__________-"


I know how terrible my english is. But I really don't have time to spend another 8 meetings just to learn about "to be going to" and play games to make a sentence with it. I want more.


Hopefully, none of my classmates read this blog. Amin

Minggu, 21 November 2010

Jadi diri Bimo yang beda (Aku curiga dia pake Garnier)

Setelah terbukti gagal dengan english version projectku yang bukannya bikin tambah kerween and gahool tapi malah jadi kayak bikinan ababil norak yang sok-sokan keminggris padahal basa inggrisnya ancur, aku memutuskan buat kembali ke bahasa Indonesia aja deh.
(babai suami bulee T.T)


Kemarin waktu lagi keluar bareng Bimo, kita duduk di taman gitu. (kata "taman" biar kerween dan berasa di luar negeri gimanaa getoh, padahal aslinya di alun-alun kota, tp kok kayaknya norak banget buat dimasukin ke kalimat -_-) Sambil makan bakpao tiba-tiba Bimo memulai percakapan dengan nada serius;
Bim: Mmm...aku mau nanyak sesuatu deh...
(DEG! Alamat gak enak nih)
Aku: Apa?
Bim: Km kenapa bisa gombil sih?
Aku: Hhhaaasshh kirain seriuuus! Udah deg-degan juga!
Bim: Hehee... Kamu serius gak sih sama aku, yank?
(Mampus! Padahal biasanya aku yang tanya pertanyaan ini mulu ke dia, tapi sekarang giliran dia yang tanya tiba-tiba aja aku speechless)
Aku: *ber-mmm panjang*
Bim: Kamu ada gak yakinnya sama aku kan?
Aku: (bingung mau jawab apa) eeengg...ggaakk...
Bim: Berarti kamu udah yakin sama aku 100%?
Aku: Eeenngg...gggaakk juga, hehee
Bim: Ya berarti kamu gak yakin sama aku
Aku: *another mmm panjang* Aku juga bingung jelasinnya... Dari segi kamunya sendiri, sebenernya aku udah ngerasa cocok. Aku kenal kamu, kamu juga udah tau aku kayak gimana. Kalo dibilang serius sih serius, tapi...rasanya hubungan kita ya gini-gini aja, tiap hari kayak main-main, gak serius.
Bim: Ya itu kan gara-gara kamu suka becandaan mulu -___-"
Aku: Hehehe... Iya juga sih... :P Emang kamu udah yakin sama aku?
Bim: Ya gimana ya... Kalo dibilang yakin juga enggak, tapi gak yakin juga enggak, kayak gimana ya...
Aku: Persentase aja deeeh
Bim: Ya gak bisa diangkain laaaah -_____-
Aku: Tapi kamu serius kan sama aku? Maksudnya gak kayak si babi sama pacarnya itu kan?
Bim: Ya iya lah, kalo seriusnya aku serius sama kamu yank, gak kayak babi gitu, cuma aku rada takut sama bapakmu.

And so on and so on, lama-lama aku capek ngetiknya!hahahaa... Aku emang bukan penulis blog yang baik kayaknya. Anyway, beberapa waktu belakangan ini si Bimo jadi beda. Dia lebih apa ya...lebih sayang? (ceileee) Lebih tepatnya dia lebih bisa nunjukin kalo dia emang sayang beneran dan serius sama aku. Dia emang enggak yang lebih romantis atau yang super care yang smsnya kamu ati-ati bla bla bla gitu sih. Tapi somehow, sekarang aku jadi bisa lebih ngerasain kalo dia itu tulus tanpa aku mesti tanya-tanya "kamu serius gak sih" lagi. And when I asked him about his changes, he said that he'd grown up. <---keminggris version

Dan kita berdua punya mimpi buat sama-sama ngelanjutin S2 di MM UGM. Amin.

Aku dan Bimo gak tau gimana ending dari cerita kami ini. Apa kita bakal benar-benar menikah? Apa pernikahan kita bisa bahagia nantinya? Apakah mischa nantinya berhasil memisahkan cinta fitri dan farel? Walaupun super duper gatel pengen ke dukun atau kirim sms reg(spasi)weton buat tau jawaban, tapi sementara ini kita udah putusin buat jalani dulu aja. Nanti pasti ada waktunya kita sampai di persimpangan jalan yang mengharuskan cinta kita buat memilih, apa ikatannya cukup kuat untuk bertahan, atau malah semakin rapuh terkikis oleh cobaan yang datang. Biar takdir yang menjawabnya...

North or west, cinta fitri farel is the best
(efek mabok sinetron gak tamat-tamat, jelas-jelas ceritanya absurd banget, tapi tetep aja ngikutin)





Note: ternyata Bimo enggak pakai Garnier Light Cream. Aku sendiri juga masih mencari tau kenapa dia tiba-tiba jadi beda.

Note in Note: sumpah ini blog kenapa makin norak aja ya, mana gak jelas lagi isinya apaan, curhat mulu (-_-)